Perlukah Mengajak Janin Bicara?

Perlukah Mengajak Janin Bicara?




Ibundacerdas.com – Bukan merupakan suatu kebiasaan yang baru, jika ibu hamil mulai dianjurkan agar mulai banyak mengajak berbicara pada janinnya. Semakin berkembangnya ilmu kedokteran di dunia, perkembangan janin dan pengaruh rangsangan dari luar untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin pun kini mulai banyak diketahui.
Hal ini dapat mulai dilakukan sejak usia kehamilan minggu ke-10. Pada usia kehamilan ini, janin sudah bisa mendengar beberapa macam suara dari dalam tubuh ibunya, seperti detak jantung dan desir aliran darah. Pada usia kurang lebih 16 minggu, janin sudah mulai mendengar suara suara dari luar tubuh ibu. Menurut penelitian, pada sekitar bulan kelima usia kehamilan, sistem pendengaran janin cukup matang untuk memungkinkan otak memproses bunyi secara utuh. Jadi, sejak usia itu janin sudah mulai mendengarkan suara atau bunyi bunyi di luar rahimnya.
Dengan cara ini bayi dapat melatih pendengarannya, mengenal, dan membedakan suara ibu atau ayahnya. Dengan sering mengajak bayi berbicara akan terjalin ikatan batin antara janin dan ibu. Hal ini akan menimbulkan kepercayaan dirinya di kemudian hari. Mengapa demikian? Karena sejak janin sudah biasa mengenal ibunya melalui suara suara yang sering mengajaknya bicara. Hal ini menimbulkan rasa aman karena berada di lingkungan yang tidak asing lagi. Sebagai reaksinya ketika diajak bicara, janin akan bergerak gerak. Hal ini menandakan otaknya dapat menerima rangsangan dari luar.
Mengajak bayi bicara bisa dilakukan dengan cara apa saja, seperti menceritakan perasaan senangnya atau kegiatan hari itu. Jangan segan untuk mengungkapkan perasaan ibu dan harapan menanti kebahagiaan akan kehadirannya. Tidak dianjurkan untuk mengajaknya bicara tentang hal hal yang tidak menyenangkan, menyedihkan, atau kemarahan karena perasaan ini akan dirasakan oleh janin.
Bercakap cakaplah dengan bayi dalam kandungan dengan kata kata manja, pelan, dan menyegarkan. Ajarkan bacaan seperti A, B, C atau 1, 2, 3 dan seterusnya, perkenalkan diri seperti Assalamu’alaikum atau halo sayang, ini ibu / ayah, anak ibu / ayah yang baik, dan sebagainya.
Suara ibu, ayah, atau kakak bayi adalah bentuk rangsangan yang paling disarankan untuk meicu pertumbuhan sel otak janin. Cara lainnya, dengan merekam suara ibu, ayah, dan keluarga yang lain agar bayi yang akan lahir mudah mengenal suara setelah dilahirkan.
Hampir sama dengan mengajak janin berbicara, dongeng atau puisi juga merupakan salah satu sarana baik dalam mengasah pertumbuhan kecerdasan emosi atau empati anak. Dongeng dalam kehidupan anak anak akan menjadikan mereka dapat mengerti orang lain. Anak anak pun akan memiliki sikap tenggang rasa serta dapat membentuk diri mereka menjadi seorang yang berkepribadian baik.
Sumber: Anak Cerdas

Comments

comments

Leave a Reply